iNews Aceh – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur mengakibatkan ribuan hektare lahan perkebunan rusak. Luapan air sungai yang berlangsung selama beberapa hari merendam area pertanian dan perkebunan warga, menyebabkan tanaman rusak hingga terancam gagal panen.
Banjir ini menjadi pukulan berat bagi para petani dan pekebun yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.
Banjir Rendam Perkebunan Warga
Lahan perkebunan yang terdampak banjir tersebar di beberapa kecamatan di Aceh Timur. Tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kakao, pinang, dan komoditas lainnya terendam air dalam waktu cukup lama, sehingga memicu kerusakan pada tanaman dan menurunnya produktivitas.
Sebagian tanaman dilaporkan mengalami pembusukan akar, sementara bibit muda terancam mati akibat terendam banjir.
Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai
Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Timur dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi kawasan perkebunan serta permukiman warga.
Drainase dan aliran air yang tidak mampu menampung debit air hujan memperparah dampak banjir, khususnya di wilayah dataran rendah dan sepanjang bantaran sungai.
Kerugian Petani Ditaksir Cukup Besar
Kerusakan ribuan hektare lahan perkebunan diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi petani. Selain kerusakan tanaman, banjir juga menghambat aktivitas perawatan kebun dan panen, sehingga pendapatan petani terancam menurun dalam beberapa bulan ke depan.
Petani berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban akibat bencana tersebut.

Baca juga: Listrik Aceh pulih, seluruh gardu induk beroperasi normal
Pendataan Kerusakan Terus Dilakukan
Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini masih melakukan pendataan luas lahan terdampak dan tingkat kerusakan. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk bantuan untuk petani dan upaya pemulihan lahan perkebunan.
Pendataan dilakukan secara bertahap karena masih terdapat beberapa lokasi yang sulit dijangkau akibat genangan air.
Dampak Terhadap Ketahanan Ekonomi Lokal
Sektor perkebunan merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Aceh Timur. Kerusakan lahan dalam skala besar dikhawatirkan akan berdampak pada ketahanan ekonomi lokal, terutama bagi rumah tangga petani yang bergantung pada hasil kebun sebagai sumber penghasilan utama.
Jika tidak segera ditangani, dampak banjir berpotensi memengaruhi rantai pasok komoditas perkebunan di wilayah tersebut.
Harapan Bantuan dan Pemulihan Pascabanjir
Para petani berharap pemerintah dapat memberikan bantuan benih, pupuk, serta pendampingan teknis untuk memulihkan lahan perkebunan pascabanjir. Selain itu, perbaikan infrastruktur pengendalian banjir dan normalisasi sungai dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Pemulihan lahan secara cepat diharapkan mampu mengurangi risiko kerugian berkepanjangan bagi petani.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya petani di wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Informasi prakiraan cuaca diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengantisipasi dampak bencana.
Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dinilai penting untuk meminimalkan kerugian di sektor pertanian dan perkebunan.
Solidaritas dan Gotong Royong Masyarakat
Di tengah dampak banjir, solidaritas dan gotong royong masyarakat Aceh Timur terlihat dalam membantu sesama yang terdampak. Warga saling bahu-membahu membersihkan lahan dan saluran air, serta membantu petani yang mengalami kerugian.
Kebersamaan ini diharapkan menjadi kekuatan dalam proses pemulihan dan kebangkitan ekonomi masyarakat pascabanjir.











