Aceh – Kapolda Racik Kopi Sareng Khas Aceh dan Masak Mi Kocok di Gerai UMKM Polres Abdya. Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah SIK MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke wilayah barat selatan Aceh, salah satunya di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Pada momentum kunker perdana ini, banyak tempat yang dikunjungi oleh Kapolda Aceh, mulai dari Pendopo Bupati Abdya, Daya Manyang Puskiyai Aceh, dan gerai UMKM di Mapolres Abdya. Ada hal menarik saat orang nomor satu di jajaran kepolisian Aceh ini mengunjungi gerai UMKM di Mapolres Abdya, pada Sabtu (19/10/2025).
Putra kelahiran Tangse, Kabupaten Pidie pada, 20 Juni 1968 ini menyeduh langsung Kopi Sareng Aceh yang tersedia di lapak UMKM. Ia tampak lihai dalam meracik kopi tersebut bak barista profesional. Kapi sareng hasil racikan Kapolda Aceh itu, kemudian diberikan kepada Kapolres Abdya, AKBP Agus Sulistianto SH SIK, dan jajaran.
Selain menyaring kopi, Lulusan Akpol 1991 itu belajar memasak Mie Kocok—makan khas Kabupaten Abdya. “UMKM ini harus terus dikembangkan, selain ada nilai warisan budaya kuliner, juga mendongkrak ekonomi masyarakat,” kata Kapolda Aceh Marzuki Ali.
Pada momentum kunker perdana ini, banyak tempat yang dikunjungi oleh Kapolda Aceh, mulai dari Pendopo Bupati Abdya, Daya Manyang Puskiyai Aceh, dan gerai UMKM di Mapolres Abdya. Putra kelahiran Tangse, Kabupaten Pidie pada, 20 Juni 1968 ini menyeduh langsung Kopi Sareng Aceh yang tersedia di lapak UMKM.
Ia tampak lihai dalam meracik kopi tersebut bak barista profesional. Seperti diketahui, Mie Kocok Blangpidie sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan menjadi makanan favorit masyarakat di Kabupaten Abdya. Nama “kocok” sendiri merujuk pada proses pengolahannya yang unik, di mana mie dikocok atau diaduk dalam kuah panas hingga mencapai tekstur yang diinginkan.
Baca Juga : Asal Usul Gosong Telaga, Nama Empat Desa di Singkil Utara

Di kutip dari berbagai sumber, kuliner ini konon sejarahnya telah ada sejak tahun 1960-an. Dulu, mie kocok Blangpidie pertama kali dijual oleh warga keturunan Tionghoa yang menetap di Abdya. Namun sekarang kuliner satu ini mulai diproduksi dan dipopulerkan oleh masyarakat lokal.
Sekilas, mie kocok Blangpidie terlihat memang seperti mie kocok pada umumnya.
Namun, yang berbeda dari kuliner ini adalah pada ciri khas rasa yang menggugah selera—dipadukan kuah kaldu sapi. Kuahnya lebih encer, bukan seperti kuah bakso. Kemudian, tekstur mie-nya juga cukup lembut. Sebab bahan dasar mie kocok ini adalah mie putih berukuran besar atau mie tiaw. Mie ini dibuat dari tepung beras dan tepung kanji.
Ada beberapa menu pendukung lainya yang terdapat dalam mie kocok Blangpidie, seperti cincang ayam semur, acar bawang, bawang goreng, daun sup.
Lebih mantap lagi ditambah telur kampung setengah matang, rasanya makin menggugah selera.
Mie Kocok Blangpidie bukan hanya sekedar makanan, tetapi juga kekayaan budaya dan tradisi kuliner masyarakat Aceh. Jika berkesempatan mengunjungi Aceh, jangan lupa mengunjungi Kabupaten Abdya untuk mencicipi Mie Kocok Blangpidie.











