iNews Aceh – Akses jalan menuju Sikundo, Kabupaten Aceh Barat, terendam banjir akibat luapan sungai dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan arus lalu lintas menuju wilayah tersebut terhambat.
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu sungai dalam beberapa hari terakhir, sehingga debit air meningkat dan meluap ke badan jalan.
Luapan Sungai Rendam Badan Jalan
Pantauan di lapangan menunjukkan air menutup hampir seluruh badan jalan yang menjadi akses utama menuju Sikundo. Kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas, bahkan sebagian warga memilih menunda perjalanan demi keselamatan.
Luapan sungai tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga merendam lahan di sekitar jalur tersebut. Arus air yang cukup deras membuat pengendara diminta ekstra waspada.
Aktivitas Warga Terganggu
Terendamnya akses jalan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Warga yang hendak bekerja, bersekolah, maupun mengangkut hasil pertanian harus mencari jalur alternatif atau menunggu air surut.
Distribusi barang dan kebutuhan pokok ke wilayah Sikundo juga ikut terhambat. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada roda perekonomian warga apabila banjir berlangsung dalam waktu lama.

Baca juga: Mahasiswa STIK-PTIK dan KPA serahkan tujuh sapi untuk warga miskin di Aceh Barat
Dipicu Curah Hujan Tinggi
Banjir luapan sungai ini diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus. Air dari kawasan hulu tidak tertampung oleh alur sungai sehingga meluap ke area sekitarnya, termasuk ruas jalan.
Warga setempat menyebutkan banjir serupa kerap terjadi saat musim hujan, terutama ketika intensitas hujan tinggi berlangsung dalam waktu lama.
Warga Diminta Tetap Waspada
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan. Pengguna jalan diminta tidak memaksakan melintas jika ketinggian air terus bertambah demi menghindari risiko kecelakaan.
Warga juga diharapkan memantau perkembangan kondisi air sungai serta mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait keselamatan.
Harapan Penanganan dan Normalisasi Sungai
Masyarakat berharap adanya penanganan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut, seperti normalisasi sungai dan peningkatan sistem drainase. Selain itu, perbaikan akses jalan dinilai penting agar mobilitas warga tetap terjaga saat musim hujan.
Dengan penanganan yang tepat dan sinergi berbagai pihak, diharapkan kejadian serupa tidak terus berulang dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.











